haruskah aku diam?

apa yang mampu diucapkan terkadang tak sanggup mewakili apa yang dirasakan secara utuh

apa yang diberikan terkadang tak sama dengan apa yang dipahami

haruskah aku kembali diam dan menutupi semua yang ku rasa dan aku inginkan? agar tak ada lagi salah mengerti , agar tak ada lagi salah pemahaman

haruskah aku kembali menjadi makhluk yang bungkam agar engkau menjadi kesal dengan kediamanku?

haruskah aku melimpahkan semua yang ada dengan kata – kata yang hanya bisa aku rangkai namun tak mungkin  aku sampaikan?

haruskah yang menjadi temanku hanya kertas dan tinta seperti dulu?

sedangkan mereka tak pernah mengerti, tak akan mengerti, dan tak mau mengerti tentang apa yang ku alami

sedangkan mereka hanya diaam dan tak mengerti

Tentang jayamaharosni

i am not a girl, not yet a woman
Pos ini dipublikasikan di puisi. Tandai permalink.

2 Balasan ke haruskah aku diam?

  1. oriie rianzi berkata:

    Puisinya yang penuh arti? ,salam kenal…
    Teruslah berkarya…

  2. jayamaharosni berkata:

    makasih ya…..
    salam kenal juga…………. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s